Strategi Mentoring dan Simulasi untuk Peningkatan Mutu Sekolah Binaan di Kota Yogyakarta
Abstract
Pembinaan sekolah sudah diterapkan sejak 15 tahun terakhir secara sistematis melalui pemberlakuan berbagai peraturan dan UU, namun demikian praktek kepemimpinan sekolah masih belum mampu menyentuh permasalahan mendasar, yaitu perencanaan dan evaluasi kinerja sekolah yang berdasarkan data valid, serta tindak lanjutnya. Oleh sebab itu penulis melakukan perlakuan dalam rangka memecahkan permasalahan terkait pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Praktik baik ini bertujuan untuk menggambarkan proses dan tantangan pendampingan para kepala sekolah dalam meningkatkan pencapaian pemenuhan 8 SNP melalui stategi ‘Mentoring dan Simulasi’ yang hasilnya dapat memberi dampak pada meningkatnya hasil akreditasi sekolah. Pengumpulan data dimulai dari quesioner, observasi, dokumentasi dan wawancara. Pelaksanaan pembinaan dengan strategi ‘Mentoring dan Simulasi’ ini diawali dengan sosialisasi dalam bentuk workshop. Tahap berikutnya adalah pembinaan terhadap sekolah melalui strategi mentoring dengan cara melatih, membimbing dan melayani diskusi dan konsultasi pada semua tim 8 SNP. Setelah itu penulis melakukan simulasi untuk mengecek sejauh mana Tim sudah bekerja menggunakan instrumen EDS dan instrumen akreditasi tahun berlangsung. Setelah melakukan mentoring dalam bentuk pembinaan, pembimbingan, pemberian contoh pada semua standar pendidikan, penulis melakukan simulasi selama beberapa kali. Penulis mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Hasil yang diperoleh dari praktik baik ini adalah sekolah dapat memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan dengan baik yang berdampak pada tumbuhnya budaya kerja yang positif di sekolah dan meningkatnya hasil akreditasi secara signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai akreditasi dari 3 sekolah binaan yang meningkat rata-rata capaian SNP mulai dari 7 sampai dengan 10.