Diagnosis Kesulitan Belajar Peserta Didik Pada Materi Getaran di Kelas XI IPA MAN 2 Model Padangsidempuan
Abstrak
Fisika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang bagi sebagian besar peserta didik. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif, pendekatan deskriptif merupakan metode yang bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaran yang akurat terhadap objek penelitian melalui data atau sampel yang dipelajari sebagaimana adanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengaanalisis faktor penyebab kesulitan belajar fisika pada materi getaran yang dilakukan di MAN 2 Model Padangsidimpuan. Subjek penelitian sebanyak 20 orang siswa kelas XI IPA 4, data diperoleh selama rentang waktu 11-19 November 2023. Untuk mengumpulkan informasi, peneliti menggunakan beberapa instrument observasi dan wawancara. Tes diagnosis sebanyak 9 siswa yang tidak tuntas dan 11 siswa yang tuntas, 9 siswa yang tidak tuntas tersebut, digolongkan kedalam siswa yang mengalami kesulitan belajar fisika. Ketuntasan klasikal terdapat 55% siswa tuntas dalam tes dan 45% siswa tidak tuntas dalam tes. Dalam tes wawancara penyebab kesulitan belajar fisika pada penelitian ini ditinjau dari 3 faktor yaitu 1) Sulit berhitung, 2) Sulit memehami konsep, 3) Sulit memahami rumus dan penurunan rumus. 50% siswa sulit dalam memahami konsep, 40% siswa sulit dalam memahami rumus dan penurunan rumus, dan 10% siswa sulit dalam berhitung.