Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Suhu dan Kalor Kelas XI MIPA

  • Aurel Citra Insani Br. Naibaho Universitas Negeri Medan
  • Karya Sinulingga
Kata Kunci: Model Discovery Learning, Berpikir Kritis, Suhu dan Kalor

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan kemampuan berpikir krtis siswa
setelah diterapkan model discovery learning dengan model pembelajaran konvensional pada materi
suhu dan kalor kelas XI MIPA semester genap di SMA N 1 Percut Sei Tuan. Jenis penelitian ini adalah
quasi eksperimen dengan sampel 30 orang siswa kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dan 30
orang siswa kelas XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan
berpikir kritis. Sebelum diberikan perlakuan yang berbeda dilakukan pre-test, maka diperoleh nilai rata
rata pre-test kelas eksperimen 52,56 dan nilai rata-rata pre-test kelas kontrol 46,04. Pada pengujian
normalitas dan homogenitas data pre-test kedua kelas diperoleh bahwa data kedua kelas berdistribusi
normal dan homogen. Hasil uji t dua pihak pada pretest diperoleh thitung < ttabel (1,993<2,002) yang berarti
H0 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan awal berpikir kritis siswa kelas eksperimen
dan kelas kontrol sama. Kemudian dilakukan perlakuan berbeda, dan dilakukan post-test terhadap kedua
kelas, maka diperoleh nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 85,996 dan nilai rata-rata post-test kelas
kontrol 73,986. Pada pengujian normalitas dan homogenitas data post-test diperoleh bahwa data kedua
kelas berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji t satu pihak pada post-test diperoleh thitung > ttabel
(7,392>1,671) maka hipotesis Ha diterima sehingga ada pengaruh penggunaan model discovery
learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa materi suhu dan kalor. 

Diterbitkan
2024-09-30
Bagian
Articles